NXL LIGA GAME, KOLABORASI ANTAR 2 ORGANISASI DENGAN PENGALAMAN LEBIH DARI 15 TAHUN, PUNYA VISI MEMBAWA KOMUNITAS ESPORTS LEBIH DIPANDANG POSITIVE DI INDONESIA
The Breeze, NXL Liga Game- Terhitung sejak November 2020, NXL Esports Team berkolaborasi dengan salah satu tim esports tertua di Indonesia yakni Liga Game. NXL Liga Game merupakan kolaborasi antara 2 tim ternama di Indonesia dengan sepak terjang lebih dari 15 tahun di dunia Esports. Melalui kolaborasi ini, Liga Game secara perdana terjun di bidang tim profesional dengan mengakuisisi salah satu tim Valorant yang cukup diakui di Indonesia yakni Elecbossa.
![]() |
| sumber gambar: Teamnxl |
Eddy Liem selaku CEO Liga Game
sendiri mengaku sudah sejak lama ia ingin terjun di bidang tim profesional dan
salah satu tim yang ingin ia bentuk adalah tim Valorant. Pada saat itu Eddy
memang sudah tertarik untuk mengakuisisi Elecbossa. Kebetulan saat itu Richard
selaku CEO NXL Esports Team juga tengah mengincar tim yang sama, dari situlah
kemudian mereka mulai berdiskusi dan sepakat untuk berkolaborasi membentuk NXL
Liga Game.
Menurut Eddy, NXL merupakan
partner yang tepat untuk Liga Game. Mengingat sepak terjang mereka yang sudah
melalangbuana di dunia esports lebih dari 15 tahun. NXL sendiri sudah berkiprah
selama 15 tahun, sementara Liga Game sudah 20 tahun berkiprah di dunia esports.
NXL dipandang memiliki prestasi yang cukup bagus di CSGO, sehingga Eddy percaya
kolaborasi dengan NXL ini akan menghasilkan tim yang bagus.
“Jadi sebenernya kita
menggabungkan dua pengalaman ya di sisi NXL dia punya pengalaman yang cukup
luas di tim pro sekaligus di game-game FPS, di sisi Liga Game kan kita juga
punya pengalaman di sisi marketing terus events segala macem jadi kita merasa
gabungan 2 perusahaan ini itu bisa bagus lah untuk tim ini”, jelasnya.
Richard sendiri juga menilai Liga
Game sebagai organisasi pioneer yang pertama kali memperkenalkan esports ke
Indonesia dan juga merupakan organisasi yang menghandle kompetisi esports
international pertama di Indonesia yakni World Cyber Games. Selain itu
menurutnya Liga Game memiliki hubungan yang sangat kuat di level International
yang mungkin akan sangat membantu NXL untuk go-global.
“Yang Liga Game tawarkan valuenya juga banyak sekali,
contohnya misalnya dari segi fasilitas, dari content production, dari device,
dari apa yang kita bisa berikan ke player itu banyak sekali, jadi kalau kita
gabungin kekuatan itu harusnya impactnya besar sekali sih”, ujarnya.
Visi misi yang berusaha dicapai
oleh NXL Liga Game sendiri menurut Richard Permana adalah menjadi juara
ditingkat global, memenangkan pertandingan lokal hingga ke wilayah Shouteast
Asia atau Asia Pacific.
“Menangin championship mulai dari
lokal sampe kawasan region Shouteast Asia atau Asia Pacific dengan roster yang bisa kita hier terkuat
lah, makanya kemarin kita lihat tim Indo tim mana yang belum dinaungin sama di
wadah tim esports profesional dan mereka kita contact juga lagi nyari tim dan
cocok deh sama Elecbossa”, ujar Richard.
Selain menjadi juara, NXL Liga
Game memiliki visi dan misi untuk tidak hanya sekedar membentuk tim dan
menjuarai berbagai turnamen saja, namun dia memiliki keinginan yang kuat untuk
membuat player-player esports ini dapat lebih dipandang positive. Ia juga ingin
menanamkan value kepada tim yang dibawahi oleh NXL Liga game ini untuk tidak
hanya sekedar bermain game saja, namun juga memperhatikan attitude yang baik.
Salah satunya dengan menanamkan sikap saling respect antara satu dengan yang
lain dan tetap berkelakuan elegant.
”Karena dianggap anak-anak main
game, main game mulu kan, tidak belajar, tidak apa kan, udah gitu kalau orang
main game itu kan suka identik dengan suka ngomong kasar ya kan, nah ini yang
kita usahakan NXL Liga Game ini bisa menjadi contoh untuk gamers-gamers lah
bahwa menjadi atlet esports itu tidak jelek lah dan mereka juga bukan hanya
sekedar tanding dan menang, bukan, tapi juga memperhatikan segi attitudenya dan
sisi-sisi lainnya lah”, ujarnya.
Eddy berharap melalui kolaborasi
ini, Liga Game dapat lebih berkontribusi lagi ke dalam industri Esports. Selain
ia juga ingin agar melalui NXL Liga Game ini, mereka dapat membawa sisi
positive dari bermain game.
“Harapannya kalau di sisi kita,
penggiat-penggiat esports bisa membawa sisi positive dari bermain game,
terutama di esports ya karena kan kita tau esports itu berbeda dengan hanya
gamer biasa, kalau gamer biasa kan mereka hanya sekedar main game aja tapi
kalau misalnya kita bicara penggiat esport atau atlet esports mereka kan juga
harus banyak hal lah yang harus mereka lakukan kan, misalnya mungkin latihan
fisik atau segalam macem sehingga esports ini akan berusaha menonjolkan sisi
positive dari bermain game”, jelasnya.
Sebelum memulai kolaborasi ini,
Eddy mengaku sudah lama mengenal Richard sejak lama. Mereka berdua merupakan
salah satu founder dari IESPA atau Indonesia eSports Association yang merupakan
organisasi pertama yang menaungi esports di Indonesia.
Eddy juga menegaskan setelah
setelah Elecbossa ini, tidak menuntup kemungkinan NXL Liga Game akan kembali
bekerjasama untuk tim-tim lainnya, “iya ini kan tim pertama nih kita kerjasama
tapi tidak menutup kemungkinan kedepannya mungkin kita akan saling kerja sama
untuk tim-tim lainnya”.
Sekilas Tentang Liga Game
Liga Game merupakan organisasi
esports pertama di Indonesia dan merupakan media dan broadcasting production
company tertua di Indonesia.
Liga Game sudah mulai menjalankan
event esports sejak tahun 1999 dan merupakan organisasi pertama yang mengadakan
pertandingan game di Indonesia. Kemudian pada tahun 2001 baru kemudian Eddy
Liem mendirikan nama Liga Game .
Eddy mengaku bahwa saat ini
esports bisa dikenal di Indonesia berkat upaya Liga Game yang memang sudah lama
menjalankan event-event esports di Indonesa lebih dari 20 tahun.
Terbentuknya Liga Game sendiri
berawal dari hobby Eddy Liem yang gemar bermain games dan pada pada saat tahun
1998-1999 merupakan masa-masa awal kemunculan permainan yang memungkinkan
pemainnya untuk bermain melawan orang lain, dari situlah timbul dorongan untuk
menyelenggarakan pertandingan game pertama di Indonesia saat itu.
“Karena saya Hobi dan pada tahun
1999-1998 itu baru mulai muncul game yang baru bisa kita lawan orang lain, jadi
ternyata saya lawan orang lain ternyata seru dibanding lawannya komputer,
makanya jadi saya pengen tau nih kalau saya lawan orang lain bikin turnamen
bagaimana, kita lihat siapa yang paling jago, disitulah makanya muncul
pertandingan game yang pertama yang saya lakukan itu tahun 1999”, jelas founder
Liga Game sekaligus IESPA ini.

Komentar
Posting Komentar