![]() |
| Sumber Gambar: New York Post |
Banyaknya produk media yang menyajikan kisah Alien memang berhasil membuat sebagian besar masyarakat dunia meyakini keberadaan makhluk cerdas itu. Namun di samping keyakinan itu, pernahkah anda benar-benar melihat wujud alien secara nyata?
Sejauh ini, keberadaan makhluk misterius itu hanya dapat dibuktikan melalui film dan cerita fiksi. Bahkan beberapa ilmuwan datang dengan argumen yang menentang adanya keberadaan alien di bumi. Salah satunya Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.
Dalam sebuah pertemuan di Universitas Multimedia Nusantara, Rabu (18/4/2018), Thomas menyatakan bahwa secara astronomi keberadaan alien tidak dipercaya. Ia menjelaskan bahwa fenomena itu digolongkan sebagai pseudo-sains atau sains semu. Namun banyak ilmuwan menjelaskan keberadaan alien dengan pemaparan yang seolah-olah logis atau ilmiah.
Secara lebih lanjut, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tersebut, memaparkan lima argument yang mendasari pandangnya tentang keberadaan alien di bumi.
Butuh beribu-ribu tahun cahaya untuk dapat sampai ke bumi
Jarak bintang terdekat dengan bumi adalah 4 ribu tahun cahaya, yang artinya butuh waktu sekitar 4 tahun agar cahaya dari bintang tersebut dapat sampai ke bumi. Itu untuk bintang terdekat dengan bumi, lalu bagaimana dengan bintang yang lebih jauh dari bumi, atau galaksi lain selain yang kita tempati?
Tentu membutuhkan puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun cahaya untuk dapat sampai ke bumi. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah mereka sanggup sampai ke bumi dalam waktu yang lama?
“Ambil aja yang terdekat 4 tahun cahaya, itu artinya cahayanya aja 4 tahun baru sampai di sini (bumi, nah kalau itu lebih jauh lagi sekian tahun cahaya atau sekian puluh tahun cahaya atau sekian ratus bahkan sekian ribu tahun cahaya, makhluk tersebut tidak mungkin bisa bertahan,” ujar Thomas Djamaluddin.
Profesor lulusan ITB dan Kyoto University ini meragukan alien akan sanggup bertahan hidup untuk sampai ke bumi. Kemungkinan mereka membawa persediaan makanan pun, tidak akan dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka hingga beribu-ribu tahun lamanya. Persedian makanan tersebut akan habis sebelum mereka dapat sampai ke bumi.
Dari segi probabilitas, bumi sama seperti planet lainnya
Apa keistimewaan bumi bila dilihat dari luar angkasa?
Thomas beranggapan bahwa bila dilihat dari luar angkasa, bumi tidak jauh berbeda dengan planet-planet lainnya. Sehingga bila makhluk tersebut secara kebetulan lewat dan memutuskan untuk mampir ke bumi, hal yang dipertanyakan antara lain mengapa bumi dan apa yang mereka lihat di bumi, karena menurut Thomas dari segi probabilitas, bumi hampir sama dengan planet-planet lainnya yakni planet yang memiliki kehidupan.
“Apa istimewanya bumi ini kalau diliat dari luar angkasa, karena dari segi probabilitas ya kita hampir sama lah, planet-planet yang mempunyai kehidupan,” kata dia.
Belum ada astronom yang melaporkan adanya UFO melintas
Di samping banyaknya isu-isu tentang adanya piring terbang atau UFO yang terlihat melintas di langit bumi, namun menurut Thomas Djamaluddin, hingga kini belum ada astronom yang melaporkan adanya pesawat alien tersebut tampak melintasi bumi.
Menurutnya jika benar UFO atau piring terbang benar-benar ada dan sering menampakan diri melayang-layang di bumi, maka hingga saat ini sudah ada laporan dari astronom tentang hal tersebut.
Terutama sekarang ini terdapat Space Control atau Patroli Antariksa yang bertugas mengamati langit dengan teleskop, hal ini tentunya membuat kemungkinan UFO akan tertangkap di kamera teleskop menjadi lebih besar.
“Apalagi sekarang ada Space Patrol atau Patroli Antariksa, atau katakan mengamati langit dengan teleskop, itu probabilitas untuk tertangkap di kamera yang terpasang di teleskop itu akan lebih besar,” jelas Ketua LAPAN itu.
Namun nyatanya hingga sekarang belum ada astronom yang melaporkan hal tersebut.
Peneliti tidak akan mungkin menyembunyikan keberadaan alien
Selama ini banyak orang yang percaya bahwa terdapat UFO atau wahana antariksa yang telah mendatangi bumi, bahkan pernah ada ilmuwan yang mengaku menemukan jasad alien yang jatuh ke bumi dan kemudian di teliti, salah satunya isu berkembang bahwa area 51 merupakan tempat para ilmuwan meneliti jasad makhluk cerdas tersebut. Namun menurut Thomas, hingga kini belum ada publikasi yang keluar membahas mengenai jasad alien tersebut. Padahal jika benar ada, pasti sudah banyak publikasi maupun jurnal yang muncul membahas mengenai hal tersebut.
Selanjutnya Thomas menambahkan bahwa menurutnya peneliti tidak akan menyembunyikan fenomena ini karena merupakan sebuah fenomena baru, “Karena itu sesuatu yang baru dan peneliti tidak mungkin akan menyembunyikan itu.”
Walaupun rahasia, peneliti tidak akan tahan untuk mempublikasikannya
Kita pasti tentu tahu bahwa selama ini isu mengenai keberadaan alien ditetapkan sebagai fenomena yang dirahasiakan oleh pemerintah Amerika Serikat. Isu yang beredar mengatakan bahwa Amerika sengaja menyembunyikan keberadaan Alien dengan alasan tertentu.
Hal ini kemudian ditanggapi oleh Thomas. Menurutnya, jika benar keberadaan alien dengan wahana antariksanya dirahasiakan, peneliti tidak akan tahan untuk tidak mempublikasikannya ke publik. Karena pada dasarnya ilmuwan selalu ingin berlomba mempublikasikan sesuatu yang berbeda dari yang lain, dan fenomena alien merupakan kasus yang baru dan berbeda dari yang lain. Pada nyatanya, hingga kini belum ada publikasi mengenai penelitian jasad alien yang jatuh.
“Walaupun ini disebut sebagai rahasia, peneliti tidak akan tahan untuk mempublikasikan sesuatu yang beda dengan yang lain, tapi sampai saat ini tidak ada publikasi terkait dengan alien yang pernah jatuh dan diteliti,” ujar Thomas.
Selanjutnya ia menambahkan jika memang keberadaan alien di bumi dirahasiakan, maka para ilmuwan tidak akan bertahan lama untuk menyimpan rahasia tersebut, “itu akan menjadi suatu temuan besar, bahkan bisa jadi itu penelitinya mungkin juga bisa mendapatkan nobel, sesuatu yang betul –betul baru.”
Jadi, menurut professor Thomas Djamaluddin selaku ketua LAPAN, fenomena UFO, crop circle, ataupun alien merupakan sebuah sains semu, karena tidak menggunakan metode ilmiah. Selama ini kesimpulan para ilmuwan hanya berdasarkan satu informasi saja. Baik laporan dalam negeri maupun luar negeri mengenai keberadaan UFO di bumi tidak cukup kuat membuktikan bahwa UFO memang pernah mendarat di bumi.
“Jadi dari segi sains, ufo, crop circle, horoscope, astrologi itu, secara astronomi di golongkan sebagai sains semu. Karena tidak menggunakan metode ilimiah. Karena kesimpulan hanya diambil berdasarkan satu informasi, bukan banyak kasus,” kata dia.
Kalau kamu sendiri percaya yang mana? Percaya alien kemungkinan ada di luar sana? Atau alien sudah pasti hanya khayalan manusia saja?

Komentar
Posting Komentar