Langsung ke konten utama

Walau Berbeda Tetap Damai

 




Kota Tangerang, kota yang menyimpan kekayaan budaya di dalamnya. Seperti halnya warga Sukasari, Pasar Lama Tangerang Selatan. Bagi mereka, mewujudkan kerukunan antar umat beragama tidak hanya sebatas teori. 

Pribumi dan Tionghoa berpadu dalam wujud kebersamaan. Harmonisasi antara umat muslim dan pemeluk agama Budha, Tao dan Konghucu lestari hingga kini. 

Klenteng bersejarah Boen Tek Bio dan Masjid Jami Kalipasir adalah saksi kerukunan antar kepercayaan, muslim dan Tionghoa yang terjalin sejak ratusan tahun silam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ojek Pangkalan VS Ojek Online

Sumber gambar: Yonulis.com Pria berambut hitam panjang sebahu itu tengah berjalan keluar menjauhi pintu kantornya. Saat ini jarum jam sedang menunjukkan pukul tiga sore, yang artinya jam kerjannya telah usai. Ia pun menghampiri motor veganya yang terpakir di depan gedung  kantornya. Sambil memakai jaket berwarna hitam bergaris hijau itu, ia mengeluarkan handphone dari dalam sakunya dan menempelkannya pada motor dengan pelekat karet berwarna hitam yang menempel di balik  casing  handphone miliknya. Tubuhnya yang besar dan tegap tampak gagah dengan jaket hitam dengan garis-garis hijau disekelilingnya, dengan tulisan “Grab” yang berada di dada kirinya. Matanya sesekali melirik  handphonenya  menunggu  customer  pertamanya hari ini. Rizki Adi Pratama, nama lengkap pria dengan kulit sawo matang ini, memang  menyambi sebagai pengemudi Grab setiap harinya. Waktunya di pagi hari, ia habiskan untuk bekerja di salah satu kantor di daerah Tangerang, sedangka...

Kedatangan Luis Milla untuk Tim Nasional U-22 Memberi Harapan Baru

  Kedatangan Luis Milla ke Tim Nasional Indonesia memberikan harapan tersendiri bagi persepakbolaan di tanah air, khususnya bagi para pemain Tim Nasinal U22 yang akan berlagak dalam SEA Games 2017 di Kuala Lumpur. Keberadaan dari mantan pemain FC Barcelona ini diharapkan dapat memberikan gaya baru bagi dunia sepakbola Indonesia. Gaya penguasaan bola dan tracing yang selama ini digunakan oleh pemain Tim Nasional Spanyol diterapkan juga oleh Luis Milla kepada para pemainnya (3/10/2017). 

Kepentingan Politik di Balik Dunia Karate Indonesia

  TANGERANG - Mimpi atlet karate Indonesia, Maya Sheva, untuk dapat berlaga dalam ajang Asian Games 3 tahun lalu terhenti. Maya mencurigai adanya permainan politik dibalik kegagalannya menjadi anggota PELATNAS untuk ajang bergengsi se-Asia Tenggara tersebut. Sumber gambar : Mayasheva instagram Maya Sheva harus dapat menelan rasa kekecewaannya atas keputusan PB FORKI yang tidak meloloskannya sebagai atlet PELATNAS yang akan bertanding dalam ajang Asian Games 2018. Menurut Maya, kesuksesannya dari PON 2016 dalam menyumbang medali emas dan perunggu untuk DKI Jakarta seharusnya dapat menghantarkannya pada perhelatan Asian Games 2018. “Jadi kemarin hasil PON, seharusnya kemarin itu aku masuk PON di 2016 aku nyumbang untuk DKI Itu emas dan perunggu. Seharusnya aku masuk untuk PELATNAS SEA Games dan Asian Games untuk tahun ini. tapi karena ada satu dan lain hal yang aku gatau dari kepengurusan di atas itu seperti apa sampai akhirnya tidak terpilih, karena ada politiknya mungkin, gatau...